Skip to main content

KURIKULUM BERBASIS 11 PRINSIP PEMBAHARUAN LEMHANNAS RI

KURIKULUM BERBASIS 11 PRINSIP PEMBAHARUAN LEMHANNAS RI

Selama 44 tahun sejak berdirinya pada 20 Mei 1965, Lemhannas RI berhasil mendidik ribuan calon pemimpin tingkat Nasional baik sipil maupun militer yang kini tersebar diseluruh Indonesia, termasuk 80 peserta Program Pendidikan Singkat Angkatan ( PPSA ) XVI yang dibuka sejak 17 Pebruari 2009, terdiri dari:
49 pejabat sipil
29 Perwira Tinggi TNI
2 Perwira Tinggi Polri
dengan dua puluh orang diantaranya menjabat Profesor. 

Ketika menutup PPSA XVI di Gedung Dwiwarna Purwa, 31 Juli 2009, Gubernur Lemhannas RI, Prof. DR. Muladi, SH mengatakan, kurikulum yang diterapkan mengacu pada prinsip perubahan yang dilaksanakan di Lemhannas RI, meliputi : 

1. Prinsip profesionalisme yang mengandung nilai-nilai Expertise, Responsibility and Corporateness.

2. Prinsip Check and Balances dengan menempatkan Dewan Pengarah sebagai perumus kebijakan umum ( General Policy Making Body ) Lemhannas RI. 

3. Prinsip Continuing Education yang memungkinkan alumnus Lemhannas RI meneruskan studi Pasca Sarjana dibidang studi strategis. 

4. Prinsip kebenaran dengan cara menegakkan Intelectual Integrity, Academic Freedom and Academic Culture. 

5. Prinsip Quality Assurance yakni menyejajarkan Lemhannas RI dengan lembaga sejenis diluar negeri. 

6. Prinsip Efisiensi dan Efektivitas (mengembangkan distance education) untuk materi inti Lemhannas RI.

7. Prinsip Transparansi, dengan memanfaatkan semua sumber daya manusia (SDM) Nasional (Outsourcing of National Human Resources) 
8. Prinsip Reformasi, menjadikan Lemhannas RI sebagai salah satu Driving Forces proses demokratisasi.

9. Prinsip Sistemik, yang berorientasi pada perubahan struktural, substantif, dan kultural secara gradual. 

10. Prinsip keseimbangan antar Inward-Outward Looking.

11. Prinsip Adaptasi Teknologi dengan memanfaatkan teknologi telematika (telekomunikasi, multimedia dan komunikasi).

Popular posts from this blog

RTD LEMHANNAS RI TENTANG PENGELOLAAN INDUSTRI PARIWISATA

RTD LEMHANNAS RI TENTANG PENGELOLAAN INDUSTRI PARIWISATA Dalam Round Table Discussion (RTD) yang diselenggarkan Lemhannas 6 Agustus 2009, Dr. Setyanto mengatakan bahwa Pemerintah Indonesia seharusnya mengikuti jejak Koizumi, menyiapkan kerangka tinggal landas pariwisata Indonesia terutama setelah terjadinya berbagai musibah teror yang tahun ini ditandai dengan Bom Mega Kuningan atau Bom Mariott II, karena sebenarnya aset pariwisata Indonesia sudah disediakan oleh Sang Maha Pencipta bagi rakyat Indonesia, hanya memerlukan pengelolaan secara profesional saja, untuk dimanfaatkan bagi kemakmuran dan kesejahteraan bangsa. Hal tersebut sangat penting, sebab Berdasarkan data yang dikutip dari WTO, pada tahun 2000 wisatawan manca negara (wisman) internasional mencapai jumlah 698 juta orang yang mampu menciptakan pendapatan sebesar USD 476 milyar. Pertumbuhan jumlah wisatawan pada dekade 90-an sebesar 4,2 % sedangkan pertumbuhan penerimaan dari wisman sebesar 7,3 %, bahkan di 28 negara...

GEO LEADERSHIP SEBAGAI SIFAT PEMIMPIN MASA DEPAN

GEO LEADERSHIP SEBAGAI SIFAT PEMIMPIN MASA DEPAN Pentingnya sosok pemimpin menurut Prof. DR. Muladi, SH, pada acara “Dialog Interaktif Leaders of Indonesia satu” , tidak terlepas dari suatu sistem untuk menemukan informasi secara cepat, mudah, dan kategoris tentang standarisasi kualitas kepemimpinan yang relevan dengan konteks universal dan partikularistik. Atas dasar tersebut para pemimpin nasional di semua lini baik secara individual maupun kelompok diharapkan memiliki bekal yang kuat untuk mampu memecahkan kompleksitas permasalahan nasional, dengan cara-cara yang lebih profesional, elegan, dan bermartabat, dengan prinsip “cheaper, faster and better” tanpa melalui konflik-konflik yang melelahkan antar sesama komponen bangsa maupun pimpinan nasional. Perpaduan antara kemampuan konseptual dan empirik akan selalu meningkatkan bobot kinerja dan capaian ( performance and achievement ) seorang pemimpin, yang tidak hanya reaktif semata tetapi juga proaktif dan antisipatif. “Geo Le...